"Dalam kondisi apapun kita tetap haru
s bangga dengan bukutangkis kita. Cabang olahraga ini sudah membuktikan bahwa Indonesia salah satu raksasa olahraga dunia," ujar Menpora.
Dalam pernyataannya, Menpora menambahkan, keterlibatan media dalam turnamen bulu tangkis sangat membantu untuk memasyarakatkan kembali cabang
olahraga ini.
"Dulu banyak pemain bulu tangkis lahir dari lapangan kampung. Jangan sampai setelah lapangannya di gedung, prestasinya melorot. Kuncinya adalah masyarakat mencintai olahraga ini dan caranya hanya satu yaitu semua lapisan masyarakat termasuk wartawan berpartisipasi," ujar Menpora yang kerap disapa Cak Imam ini.
Turnamen ini merupakan kerjasama antara Bakti Olahraga Djarum Foundation dengan Siwo PWI dengan total hadiah sebesar Rp 140 juta.
Kurang lebih 30 media berpartisipasi dalam turnamen jni. Pada tahun ini penyelenggaraan turnamen bulutangkis khusus nomor ganda perorangan ini mempertandingkan tiga kelompok umur yaitu kelompok umur di bawah 35 tahun, 35-45 tahun dan di atas 45 tahun.
Turnamen diawali dari Jakarta yang merupakan zona Indonesia Barat (Sumatera, Banten, DKI dan Jawa Barat) yang berlangsung di GOR Asia Afrika, Senayan, Jakarta pada 29-31 Oktober.
Selanjutnya pada 5-6 November akan berlangsung di zona Indonesia Tengah (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dan Kalimantan) di GOR Pamardi Utomo, Semarang, Jawa Tengah pada 5-6 November.
Dan zona Indonesia Timur (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua) akan berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, 12-13 November. Dan puncaknya Grand Final akan berlangsung di Kudus, pada 19-20 November 2014 merupakan pertarungan para juara masing-masing zona untuk setiap kelompok umur.
Menpora Imam Nahrawi berharap prestasi Indonesia dalam turnamen dunia terus membaik. "Saya akan bekerja keras mengembalikan prestasi bulu tangkis. Jangan
View the original article here

0 comments:
Post a Comment