Hal itu dikatakan Bob setelah pelatnas cabang yang dipimpinnya, dikunjungi Menpora Imam Nahrawi di Stadion Madya Atletik, Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2014) pagi. Menurutnya, dualisme KONI-KOI telah memberi efek tak bagus bagi perkembangan prestasi dunia olahraga di tanah air.
Jadi begini, Pak, organisasi ini harus dimudahkan, jangan ada dua organisasi seperti KONI-KOI, karena itu kurang baik,” kata Bob.
Pria berusia 73 tahun itu lalu menceritakan sebuah pengalamannya di masa lalu, ketika menjadi anggota IOC (International Olimpic Commitee).
“Saya dulu anggota IOC dan tugas saya hanya menyalurkan dana-dana ke sini (Indonesia) untuk kepentingan IOC. Jadi tidak perlu ada organisasi. Organisasi itu bagusnya KONI saja. Satu saja cukup, karena yang membina itu hanya ada dua top organisasi dan Pemda. Pemda punya sarana, top organisasi yang punya pelatih, atlet, dan sarana lain. KOI itu tidak punya apa-apa, duit saja tak punya," tukasnya.
Sementara itu, ketua Bidang Sport of All KOI, Ade Lukman, menyatakan pihaknya hanya melaksanakan apa yang ada di undang-undang.
“Kami hanya melaksanakan apa yang sudah diundang-undangkan. Apabila (tuan rumah) Asian Games 2018 kemarin kita tidak ambil, belum tentu kita bisa mendapatkan kesempatan 50 tahun lagi,” cetusnya.
inulpoker.com -- poker dan domino online indonesia terpercaya | poker dan domino online indonesia | agen poker terpercaya | poker online indonesia | poker terpercayaThis post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

0 comments:
Post a Comment