"Ya ini sedang kami proses. Secepatnya akan kami berikan," kata Imam, di sela-sela blusukannya ke pelatnas cabang olahraga di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2014).
Kasus peralatan latih dan tanding yang datang tak tepat waktu, setidaknya terjadi dua kali dalam waktu berdekatan, yaitu menjelang SEA Games 2013 dan Asian Games 2014. Tak cuma peralatan, biaya yang selama ini dikeluarkan pengurus cabang olahraga untuk mengakomodasi peralatan pada saat latihan dan tanding juga masih mandek di tengah jalan.
"Sekali lagi ini (keterlambatan peralatan) tidak boleh dilakukan di masa-masa yang akan datang. Ini seperti totok darah mana yang tersumbat akan kami percepat. Ini pelajaran buat kami," tegas Imam.
Kemarin Imam juga berjanji akan mencairkan secepatnya bonus atlet berprestasi di Asian Games 2014. Bonus itu dijanjikan oleh menpora sebelumnya, Roy Suryo, yaitu Rp 400 juta untuk atlet peraih medali emas, Rp 200 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu. Adapun bonus untuk pelatih adalah Rp 100 juta, Rp 50 juta, dan Rp 30 juta, bergantung jenis medali yang dimenangi atlet binaannya.
"Kalau tidak dicairkan dalam waktu dekat saya akan marahi staf kita," ucap Imam seusai acara serah terima jabatan di kantor Kemenpora kemarin. Hanya saja, ia pun tidak menyebutkan secara tegas, kapan pencairan itu.
"Lebih cepat lebih baik," tukasnya.
inulpoker.com -- poker dan domino online indonesia terpercaya | poker dan domino online indonesia | agen poker terpercaya | poker online indonesia | poker terpercayaThis post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

0 comments:
Post a Comment