"Yang kami tampilkan malam ini sebenarnya sudah berlangsung dari satu minggu yang lalu. Tapi baru open public malam ini," ujar kurator 'KurikuLAB' MG Pringgotono kepada detikHOT di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Rabu (22/10/2014).
Laboratorium sebagai proses bekerja dan kolaborasi Serrum ini ditampilkan dalam empat pertemuan. Di hari pertama (16 Oktober), laboratorium digunakan sebagai kelas eksperimen 'Rupamatika'. Caranya dengan menggabungkan materi ajar matematika dengan seni rupa.
Selama tiga hari berikutnya, Serrum menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dan berkolaborasi dengan berbagai praktisi lintas disiplin. Seperti guru, kepala sekolah, anggota DPRD bidang pendidikan, pengamat pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan lain-lain.
"Hasil dari belajar, diskusi, dan bermain bareng anak-anak SD kami tampilkan di Kurikulab ini," kata MG.

Serrum yang berfokus pada isu sosial politik, perkotaan, dan pendidikan ini sesuai dengan latar ilmu keguruan yang mereka pelajari di Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). "Yah secara nggak langsung pameran ini menyerempet ke unsur pendidikan juga," sambungnya. Next »
(tia/mmu)
View the original article here
This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

0 comments:
Post a Comment