JIM-Fest akan digelar akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (18-19/10). Akan ada sekitar 20 band indie akan memeriahkan acara yang digelar di Taman Fatahillah.
"Bahwa dengan berkembangnya musik indie diharapkan akan tercipta lagu dan musik khas nusantara yang inovatif sehingga menciptakan peluang ekonomi kreatif yang mendukung dikenalnya Jakarta sebagai kota musik internasional," ungkap Arie Budhiman selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta saat jumpa pers di Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan.
Duapuluh band indie yang akan memeriahkan JIM-Fest sudah melewati tahap seleksi dari 100 band yang mendaftar. Penilaian mempertimbangkan segi penampilan secara audio dan video.
"Ini kan mengatasnamakan indie, karenanya kami lihat spiritnya. Mereka kerjakan musik sendiri, diurus sendiri, nggak didukung dari label sedari awal. Mereka lebih bebas dan jujur dalam berkarya. Di sini kami nggak membatasi genre," kata Mudya selaku perwakilan panitia.
Nantinya 20 peserta itu akan berlomba mendapatkan hadiah uang tunai jutaan rupiah. Selain itu, 10 lagu terbaik sesuai pilihan juri yang terdiri dari penggerak komunitas indie Indonesia, indie musik, dan independent record label.
Tidak hanya 20 band yang akan memperebutkan hadiah jutaan rupiah, pada malam puncak juga akan ada musisi band indie yang telah sukses di belantika musik Indonesia. Akan tampil di antaranya Tony Q Rastafara, Gugun Blues Shelter, Matajiwa, Jontrall, Rojali Band, dan Tuffa.
(pus/mmu)
View the original article here

0 comments:
Post a Comment